“Tragedi Tahun Baru 2025 : Pembunuhan Seorang Pengacara”

ByAdmin Web

Jan 1, 2025

“Insiden Penembakan Rudi S Gani yang Membawa Duka bagi Kalangan Advokat, Desakan Agar Penegak Hukum Ungkap Motif dan Pelaku Secara Profesional.”

Restorasi News | Penembakan yang menewaskan pengacara asal Makassar, Rudi S Gani, pada malam tahun baru 2025 menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya, khususnya di kalangan advokat. Rudi, yang dikenal sebagai sosok tegas dan berprinsip, ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di rumah istrinya di Dusun Limpoe, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, sekitar pukul 21.50 WITA pada Selasa malam (31/12/2024).

Keprihatinan mendalam datang dari berbagai kalangan, termasuk sesama advokat yang mengenal Rudi, baik dalam kapasitasnya sebagai aktivis maupun sebagai pengacara. Farid Mamma, SH., M.H., Direktur Pusat Kajian Advokasi dan Anti Korupsi Sulawesi Selatan, mengecam keras penembakan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik tindakan keji ini. Farid menegaskan bahwa penembakan ini adalah preseden buruk bagi profesi advokat yang seharusnya dilindungi dalam menjalankan tugas menegakkan keadilan.

“Seorang pengacara yang menjadi garda terdepan keadilan justru menjadi korban kekerasan. Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Sulawesi Selatan, untuk menjadikan kasus ini sebagai pekerjaan rumah utama di awal tahun 2025,” ujar Farid dengan tegas. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan hukum tampak lemah di mata publik.

Hadi Sutrisno, SH., anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI), yang juga mengenal Rudi sejak keduanya aktif sebagai aktivis pada 2015, turut memberikan pernyataan serupa. Hadi mengungkapkan rasa terpukul dan kecewa atas penembakan ini, yang menurutnya menjadi tragedi besar bagi profesi advokat.

“Kami sebagai sesama profesi tentu sangat terpukul. Rudi adalah sosok yang tegas dan berani dalam menjalankan profesinya,” ujarnya. Hadi juga meminta pihak kepolisian, khususnya Polda Sulsel dan Polres Bone, untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku secara profesional.

Pihak Kepolisian Bone telah menanggapi insiden ini dengan serius dan menjadikan kasus ini sebagai prioritas utama. Kapolres Bone menyatakan bahwa berbagai langkah, seperti penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan analisis teknologi forensik, telah dilakukan untuk mempercepat pengungkapan pelaku.

Penembakan terhadap Rudi S Gani juga memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan hukum bagi pengacara, yang sering menghadapi ancaman atau intimidasi dalam menjalankan profesinya. Farid dan Hadi sepakat bahwa tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan, dan pengacara harus diberikan perlindungan yang lebih kuat agar dapat terus menegakkan keadilan tanpa rasa takut.


Kasus penembakan terhadap Rudi S Gani menjadi perhatian serius bagi kalangan advokat dan masyarakat Sulawesi Selatan. Kejadian tragis ini membawa dampak besar bagi profesi hukum dan menuntut pengungkapan yang transparan mengenai motif dan pelaku di baliknya. Para pengacara di Makassar dan Sulawesi Selatan berharap agar kasus ini segera terungkap, dan agar perlindungan terhadap profesi advokat diperkuat demi tercapainya keadilan yang sesungguhnya. (Laporan icky@)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!