RESTORASI NEWS | MAKASSAR — Sorotan mengenai dugaan pemotongan kupon Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk armada kebersihan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, memasuki babak baru.
Sebelumnya, isu dugaan pemotongan BBM mencuat dan menjadi sorotan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan Kecamatan Tamalate, Samsuddin Tjallo, membantah adanya pemotongan jatah BBM bagi sopir maupun armada kebersihan.
Samsuddin menyatakan persoalan yang terjadi bukan pemotongan, melainkan pengalihan kupon BBM dari kendaraan yang sedang mengalami kerusakan kepada kendaraan pengganti atau back-up.
Menurutnya, pengalihan tersebut dilakukan agar kupon BBM kendaraan yang sementara tidak beroperasi tidak mubazir dan pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat tetap berjalan.
“Tidak ada pemotongan jatah BBM sepeser pun. Yang terjadi sebenarnya adalah pengalihan kupon untuk armada yang sedang rusak,” ujar Samsuddin kepada awak media ini saat ditemui di Kecamtan. Senin 10/8/2026
Kasi Jelaskan Jumlah Armada dan Kuota BBM
Dalam memberikan klarifikasi, Samsuddin juga menyampaikan data mengenai armada kebersihan yang dikelola Kecamatan Tamalate.
Menurutnya, terdapat 39 unit mobil sampah dan 109 unit motor sampah Viar, atau total 148 armada.
Ia juga menjelaskan adanya perbedaan kuota BBM berdasarkan jenis kendaraan.
Untuk Viar disebut memperoleh 5 liter per hari, sementara Tangkasaki/Tongkang memperoleh 14 liter per hari dan Armroll memperoleh 20 liter per hari.
Samsuddin menyebut distribusi BBM dilakukan melalui kupon. Penyerahan kupon, menurutnya, dilengkapi dengan tanda tangan penerima serta dokumentasi sebagai bagian dari administrasi.
Ia juga menyatakan kuota kendaraan yang sedang rusak dapat dialihkan kepada kendaraan pengganti.
Pertanyaan Berikutnya: Berapa Anggaran BBM yang Dikelola?
Klarifikasi tersebut kemudian membuka pertanyaan lain yang berkaitan dengan besaran anggaran BBM yang dikelola untuk operasional kebersihan Kecamatan Tamalate pada 2026.
Sebab, selain jumlah armada dan kuota harian, terdapat pula aspek anggaran yang perlu diketahui publik.
Saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran BBM yang dikelola Kecamatan Tamalate, keterangan mengenai nilai anggaran tersebut menjadi bagian penting untuk melihat gambaran secara utuh antara jumlah armada, kuota dan anggaran yang tersedia.
YBH MIM Sampaikan Data RUP Rp4,215 Miliar
Di tengah polemik tersebut, Ketua YBH MIM, Hadi Soestrisno, kemudian menyampaikan data sebagai pembanding.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026 yang diperoleh Hadi Soestrisno, tercantum pagu pengadaan BBM sebesar:
Rp4.215.561.000.
Data tersebut disampaikan YBH MIM sebagai bahan pembanding terhadap keterangan pihak Kecamatan Tamalate mengenai jumlah armada dan mekanisme distribusi BBM.
Dengan nilai pagu tersebut, publik kini memiliki dua kelompok informasi yang dapat dilihat secara berdampingan.
Di satu sisi, pihak Kecamatan Tamalate menjelaskan bahwa:
- terdapat 39 mobil sampah dan 109 Viar;
- Viar memperoleh kuota 5 liter per hari;
- Tangkasaki/Tongkang 14 liter per hari;
- Armroll 20 liter per hari;
- distribusi dilakukan menggunakan kupon;
- penyerahan disebut dilengkapi tanda tangan dan dokumentasi;
- kuota kendaraan rusak dapat dialihkan kepada kendaraan pengganti;
- serta tidak ada pemotongan jatah BBM.
Di sisi lain, data RUP yang disampaikan YBH MIM mencantumkan pagu BBM sebesar Rp4.215.561.000.
YBH MIM: Data Anggaran Perlu Dibandingkan dengan Realisasi
Hadi Soestrisno menilai data anggaran tersebut penting untuk dilihat bersama dengan jumlah armada, besaran kuota BBM dan mekanisme distribusi yang telah dijelaskan pihak kecamatan.
Menurutnya, data tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan adanya penyimpangan, tetapi dapat menjadi bahan untuk melihat kesesuaian antara perencanaan anggaran dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Yang perlu dilihat adalah datanya. Berapa anggaran yang tercantum, berapa jumlah armada, berapa kuota per kendaraan, berapa volume BBM yang direncanakan, dan berapa yang direalisasikan. Itu yang harus dibandingkan,” kata Hadi.
Ia juga menilai dokumen pendukung seperti RUP, realisasi pengadaan, distribusi kupon, daftar penerima, serta dokumentasi penyaluran penting untuk melihat keseluruhan proses secara objektif.
109 Viar dan Kuota 5 Liter
Sebagai gambaran, apabila 109 unit Viar seluruhnya beroperasi setiap hari dengan kuota 5 liter per hari, maka kebutuhan teoritisnya mencapai 545 liter per hari.
Dalam 30 hari, jumlah tersebut menjadi sekitar 16.350 liter.
Namun, perhitungan tersebut masih bersifat teoritis karena pihak Kecamatan Tamalate sendiri menyebut adanya kendaraan yang rusak dan mekanisme pengalihan kuota kepada armada pengganti.
Untuk 39 unit mobil sampah, kebutuhan teoritisnya juga belum dapat dihitung secara utuh karena komposisi kendaraan berdasarkan jenisnya belum dijelaskan secara rinci.
Masih Menunggu Data Realisasi
Dengan demikian, data yang kini tersedia terdiri atas keterangan pihak Kecamatan Tamalate mengenai jumlah armada dan kuota BBM serta data yang disampaikan YBH MIM mengenai pagu anggaran sebesar Rp4,215 miliar.
Sementara itu, pertanyaan mengenai berapa volume BBM yang direncanakan, berapa yang telah dibeli, berapa yang telah disalurkan, berapa kupon yang digunakan, serta berapa kupon yang dialihkan akibat kendaraan rusak, masih membutuhkan data dan dokumen pendukung.
Proses klarifikasi di kepolisian dan Inspektorat juga disebut masih berjalan.
Tidak adanya kesimpulan resmi dari instansi berwenang membuat seluruh data tersebut masih perlu dilihat secara berimbang.
Apakah pagu anggaran, jumlah armada, kuota BBM dan realisasi distribusinya telah berjalan sesuai perencanaan?
Jawabannya dapat dilihat dari dokumen dan hasil pemeriksaan.
Restorasi News menyajikan keterangan Kecamatan Tamalate dan data pembanding yang disampaikan YBH MIM untuk memberikan ruang kepada publik menilai berdasarkan fakta dan dokumen yang tersedia. (TIM/RED)
