Dorong Pelestarian Pesisir, LDII Sulsel Tanam 1.000 Bibit Mangrove

ByAdmin Web

Okt 26, 2026

RESTORASINEWS.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sulawesi Selatan menanam lebih dari 1.000 bibit mangrove di Taman Wisata Mangrove Lantebung, Makassar, Kamis (22/10/2026) lalu.

Kegiatan bertema “Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari” ini menjadi bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui kolaborasi dengan pemerintah, TNI, pemerhati lingkungan, dan masyarakat.

Mengusung tagline “Berkarya, Berkontribusi, dan Bersinergi Menanam Mangrove Demi Masa Depan”, kegiatan tersebut mengimplementasikan nilai Karya, Kontribusi, dan Komunikasi (3K) LDII dalam bentuk aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf. Nopid Arif, serta Kepala Seksi Konservasi Kawasan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Rizky Saparina Utami, yang mewakili kepala dinas. Sejumlah yayasan pemerhati lingkungan pesisir dan unsur masyarakat juga turut berpartisipasi.

Penanaman mangrove tersebut diharapkan membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota. Namun, keberhasilan upaya konservasi tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga oleh pemeliharaan bibit hingga tumbuh dan berkembang.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro  mengatakan, organisasinya berkomitmen terus berkontribusi bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan pelestarian lingkungan.

“LDII terus mengambil peran dalam karya dan kontribusinya di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Menanam pohon adalah sebuah tindakan mulia. Satu pohon yang ditanam akan menjadi amal jariah selama pohon itu tumbuh dan banyak makhluk mengambil manfaat darinya. Pohon adalah masa depan yang akan dinikmati oleh generasi setelah kita,” ujarnya.

Dia mengajak seluruh pihak memastikan bibit mangrove yang telah ditanam mendapatkan perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh pihak agar apa yang kita tanam hari ini senantiasa dijaga dan dirawat supaya tetap tumbuh, lestari, dan memberikan manfaat bagi kehidupan hingga hari kiamat. Jangan sampai kita hanya menanam, tetapi tidak memastikan keberlangsungan hidupnya. Merawat pohon yang telah ditanam merupakan bagian dari tanggung jawab dan kepedulian kita terhadap lingkungan serta generasi mendatang,” katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi penghijauan, tetapi juga bentuk ibadah dan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan. Melalui gerakan ini, LDII ingin mendorong kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin, Nopid Arif, mengapresiasi kontribusi LDII dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan mangrove.

Dia juga menilai kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai komponen bangsa.

“Terima kasih atas sumbangsih LDII dalam menjaga lingkungan, khususnya hutan mangrove. Terima kasih juga sudah menyatukan beberapa komponen bangsa dalam kegiatan ini. Teruslah berkarya dan berkontribusi untuk negara dan bangsa, jadilah contoh bagi orang lain dan komponen-komponen bangsa lainnya,” ujarnya.

Dukungan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kepedulian lingkungan. Sinergi antara organisasi, pemerintah, TNI, dan masyarakat diharapkan memperkuat upaya konservasi pesisir secara berkelanjutan.

Hal senada dikatakan Rizky Saparina Utami, dia menyampaikan apresiasi atas prakarsa LDII dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Ia mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan terbuka untuk melibatkan LDII dalam kegiatan konservasi berikutnya.

“Terima kasih kami ucapkan sebesar-besarnya kepada LDII atas sumbangsihnya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini yang diprakarsai oleh teman-teman di LDII. Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan akan melibatkan LDII dalam kegiatan pelestarian alam lainnya pada waktu-waktu berikutnya,” ungkap Rizky.

Keterlibatan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan program konservasi sekaligus memperkuat kesinambungan kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove.

Diketahui, Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari merupakan penerapan nilai Karya, Kontribusi, dan Komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai Karya diwujudkan melalui penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove. Kontribusi ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam pelestarian lingkungan, sedangkan Komunikasi diwujudkan melalui sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, yayasan pemerhati lingkungan, dan masyarakat.

Bagi LDII, dakwah tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan lingkungan. Gerakan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga alam sebagai amanah bersama.

Melalui kegiatan di Taman Wisata Mangrove Lantebung, DPW LDII Sulawesi Selatan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk berpartisipasi menjaga ekosistem pesisir. Upaya tersebut membutuhkan komitmen berkelanjutan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga perlindungan kawasan mangrove.

Penanaman lebih dari 1.000 bibit menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan bibit tersebut tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem serta masyarakat pesisir.

Dengan semangat “Berkarya, Berkontribusi, dan Bersinergi Menanam Mangrove Demi Masa Depan”, DPW LDII Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan dan memperkuat kemitraan lintas sektor demi mewujudkan pesisir yang lestari. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!