Ironi Kota Metropolitan: Anggaran Miliaran, Saluran Air Depan MAN 2 Makassar Malah Tersumbat Sampah

ByRedaksi Restorasi News

Okt 22, 2026

RESTORASI NEWS|MAKASSAR — Alokasi anggaran kebersihan APBD Kota Makassar yang menyedot dana publik tiap tahunnya kembali dipertanyakan efektivitasnya. Pemandangan kontras dan kumuh justru tersaji tepat di depan institusi pendidikan, yakni Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate.


Pantauan langsung di lokasi pada Kamis (22/10/2026) memperlihatkan drainase beton penyangga jalan utama tampak tersumbat parah oleh serakan sampah plastik, bungkus makanan, dan endapan lumpur kering yang dibiarkan menebal. Tidak hanya itu, di atas saluran air dan bahu jalan, tumpukan sampah liar dibiarkan berserakan tanpa adanya upaya penanganan cepat dari petugas lapangan.


Kondisi ini memicu kritikan pedas dari Ketua Yayasan Bantuan Hukum (YBH) MIM, Hadi Soestrisno. Ia menilai buruknya kondisi kebersihan di kawasan jalan protokol dan lingkungan sekolah merupakan bukti nyata lemahnya manajemen pengawasan serta bentuk pemborosan anggaran operasional di unit teknis terkait.

“Ini sangat ironis dan memprihatinkan! Anggaran kebersihan dan pemeliharaan drainase itu nilainya tidak sedikit di APBD. Tapi kenyataannya, tepat di depan MAN 2 Makassar tempat ribuan siswa menimba ilmusampah justru dibiarkan menumpuk dan drainase tersumbat. Lalu ke mana aliran dana dan kinerja Satgas Kebersihan serta DLH selama ini?” tegas Hadi Soestrisno dengan nada keras.

Ketua YBH MIM tersebut juga menuding adanya pembiaran sistematis serta sikap saling lempar tanggung jawab antarinstansi mengenai kewenangan pemeliharaan jalan nasional dan lingkungan setempat.

“Jangan jadikan status jalan sebagai alasan melepas tanggung jawab! Mau itu jalan nasional, provinsi, atau kota, keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah serta warga Makassar adalah prioritas. Drainase tersumbat seperti ini tinggal menunggu waktu untuk memicu banjir dan penyakit begitu hujan turun. Jika di depan sekolah dan jalur utama saja dibiarkan kumuh, bagaimana dengan lorong-lorong pemukiman warga?” cetusnya.

Hadi mendesak Walikota Makassar dan Inspektorat untuk turun tangan melakukan evaluasi total terhadap efektivitas alokasi anggaran kebersihan di Kecamatan Tamalate serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.

“Kami dari YBH MIM mendesak Pemkot Makassar dan Camat Tamalate segera menurunkan armada dan mengeruk saluran air tersebut secara menyeluruh hari ini juga. Jangan hanya pandai mengusulkan anggaran jutaan hingga miliaran rupiah, tetapi kinerja pengawasan di lapangan nol besar!” pungkas Hadi Soestrisno.

Tuntutan & Langkah Desakan Publik:

  • Pembersihan Seketika: Mendorong DLH Kota Makassar dan Satgas Kebersihan Kecamatan Tamalate melakukan eksekusi pembersihan dan pengerukan sedimen di depan MAN 2 Makassar hari ini juga.
  • Audit Kinerja & Anggaran: Meminta Inspektorat mengevaluasi alokasi dana operasional serta skema pembagian wilayah kerja petugas kebersihan di jalur protokol Sultan Alauddin.
    Apakah draf berita revisi ini sudah sesuai dengan fakta lokasi dan pernyataan dari Bapak Hadi Soestrisno (Ketua YBH MIM)?

Laporan TIM RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!