Terhubung dengan kami

News

Film “Jangan Panggil Mama Kafir” Ajak Penonton Makassar Renungkan Arti Toleransi

Dipublikasikan

pada

Restorasi News| Makassar, 17 Oktober 2025 — Film “Jangan Panggil Mama Kafir” garapan Hanung Bramantyo menghadirkan suasana haru dalam acara nonton bareng di XXI Mall Nipah, Jumat malam. Ratusan warga Makassar tampak antusias menyaksikan film yang dibintangi Michelle Ziudith dan Gio, dua pemeran utama yang hadir langsung di lokasi.

Film ini mengangkat kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman yang mempertahankan hak asuh anaknya setelah sang suami meninggal dunia. Konflik muncul ketika wasiat mendiang suami meminta anak mereka dibesarkan dalam ajaran Islam, sementara sang ibu adalah seorang Nasrani.

Usai pemutaran film, Michelle mengungkapkan rasa harunya melihat reaksi penonton Makassar.

“Film ini bukan bicara soal perbedaan agama, tapi tentang cinta, kemanusiaan, dan pengorbanan seorang ibu,” ujar Michelle.

Sementara Gio menilai tema yang diangkat film ini penting untuk memperkuat semangat toleransi di masyarakat.

“Film ini menyentuh banyak sisi kehidupan kita. Kadang perbedaan justru bisa jadi kekuatan jika dilandasi cinta,” katanya.

Banyak penonton tampak emosional saat film berakhir. Beberapa bahkan meneteskan air mata karena tersentuh oleh kisah yang dianggap sangat dekat dengan realitas sosial.
Rizka Nurul (23), mahasiswi UNHAS, mengaku teringat ibunya saat menonton film tersebut.

“Pesannya kuat banget, terutama tentang perjuangan seorang ibu dan cinta tanpa batas,” ucapnya.

Film “Jangan Panggil Mama Kafir” dibintangi Michelle Ziudith, Gio, Cut Mini, dan Slamet Rahardjo, dan mendapat sambutan positif di berbagai kota. Melalui pendekatan emosional dan humanis, film ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan seharusnya tidak memisahkan nilai kemanusiaan.

laporan : Ky

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

error: Content is protected !!