Hukum
MQK Tinggal Hitungan Hari, Bupati Wajo Diminta Tegas Tertibkan THM
Restorasi News| Wajo, Sulsel – Kabupaten Wajo akan menjadi tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional I pada 1–7 Oktober 2025. Ajang keagamaan bertaraf internasional ini diperkirakan menghadirkan sekitar 3.400 delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia serta negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura.
Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Santri”, Wajo memiliki tradisi keagamaan yang kuat dengan banyaknya pondok pesantren. Predikat itu menjadi identitas penting yang diharapkan tetap terjaga selama pelaksanaan MQK yang diyakini akan memberi dampak positif pada sektor pendidikan, keagamaan, dan perekonomian lokal.
Menjelang perhelatan akbar tersebut, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Wajo meminta pemerintah daerah menertibkan aktivitas tempat hiburan malam (THM) agar suasana tetap kondusif dan khidmat.
“Kami berharap Bupati Wajo segera mengeluarkan surat edaran untuk membatasi jam operasional atau menutup sementara rumah bernyanyi dan hiburan malam selama MQK berlangsung. Hal ini penting demi menjaga kekhusyukan acara keagamaan, apalagi kegiatan ini menjadi perhatian nasional bahkan internasional,” ujar Abrar Mattalioe, Sabtu (27/9/2025).
Abrar menegaskan, penertiban hiburan malam menjadi langkah nyata menunjukkan komitmen pemerintah daerah menjaga marwah religius dan ketertiban sosial. Ia juga meminta surat edaran nantinya diteruskan kepada pemilik usaha hiburan, aparat kepolisian, dan Satpol PP untuk memastikan pengawasan di lapangan.
Namun hingga kini, tempat hiburan malam di Wajo masih beroperasi bebas meski pemerintah telah membentuk Satgas Hiburan Malam. Berdasarkan pantauan, sejumlah karaoke bahkan masih buka hingga pukul 04.00 subuh, menandakan para pemilik usaha tidak gentar dengan aturan yang ada.
“Satgas sudah dibentuk, tetapi nyatanya jam empat subuh masih ada karaoke yang buka. Ini jelas menunjukkan lemahnya pengawasan,” kritik Abrar.Ia mendesak Bupati Wajo Andi Rosman bersikap tegas, terlebih pelaksanaan MQK tinggal hitungan hari.
“Harusnya pemerintah daerah dalam hal ini bupati tegas mengambil sikap, apalagi ini event MQK pertama di Wajo dan waktunya sudah sangat dekat,” tegasnya.
Abrar optimistis, dengan langkah penertiban yang jelas, pelaksanaan MQK Internasional I di Wajo akan berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, sejalan dengan citra daerah sebagai Kota Santri.
Laporan: Az | Editor: Indah