Site icon

Soal Sampah dan Drainase Buntu Depan MAN 2 Makassar, YBH MIM Soroti Birokrasi, Kasi Kebersihan Tamalate Janji Dialihkan Besok!

RESTORASI News | MAKASSAR — Sorotan publik terhadap penumpukan sampah dan tersumbatnya saluran drainase di depan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, mendapat respons langsung dari pihak kecamatan.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Bantuan Hukum (YBH) MIM, Hadi Soestrisno, melayangkan kritik keras atas pembiaran tumpukan sampah liar dan endapan lumpur drainase di jalur utama tersebut. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan lapangan serta tidak sebanding dengan besarnya alokasi anggaran kebersihan APBD Kota Makassar.

“Ini sangat ironis dan memprihatinkan. Anggaran kebersihan itu nilainya tidak sedikit di APBD. Tapi kenyataannya, tepat di depan MAN 2 Makassar—tempat ribuan siswa menimba ilmu—sampah dibiarkan menumpuk dan drainase tersumbat. Lalu ke mana aliran dana dan kinerja petugas selama ini?” tegas Hadi Soestrisno.

Penjelasan Kasi Kebersihan Tamalate: Terbentur Sekat Kewenangan & Tempat Transfer Sampah

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (22/10/2026), Kasi Kebersihan Kecamatan Tamalate, Samsuddin membeberkan batasan teknis serta kendala penanganan sampah di wilayah Kelurahan Mannuruki.

Ia menjelaskan bahwa pembagian tugas di lapangan teratur dalam regulasi teknis antar-instansi:

“Kalau kebersihan berupa sampah tanggung jawab kecamatan. Kalau drainase di atas 50 cm Dinas PU pak, penatalaksanaan pohon DLH,” urai Kasi Kebersihan Tamalate.

Selain batasan kewenangan, pihak kecamatan mengaku sempat mengalami dilema terkait lokasi Tempat Transfer Sampah (TTS) di Kelurahan Mannuruki yang sudah empat kali berpindah tempat akibat teguran warga.

Respons Cepat: Janji Penanganan Bersama Lurah Mannuruki

Meski sempat membeberkan kendala sekat birokrasi dan tempat transfer sampah, pihak Kasi Kebersihan Tamalate memastikan akan segera mengambil langkah konkret di lapangan pasca-koordinasi dengan pihak kelurahan setempat.

“Insya Allah besok saya alihkan ke tempat lain, saya sudah komunikasi pak Lurah Mannuruki pak,” ujar Samsuddin, Kasi Kebersihan Tamalate memberikan kepastian penanganan tumpukan sampah tersebut.

YBH MIM Desak Sinergi Lintas Sektor Tanpa Sekat

Merespons komitmen pihak kecamatan, Hadi Soestrisno mengapresiasi rencana tindakan cepat tersebut, namun tetap mengingatkan agar sinergi antara Kecamatan, Dinas PU, dan DLH bisa berjalan permanen tanpa harus menunggu sorotan media.

“Masyarakat dan siswa tidak mau tahu soal sekat pembagian drainase di atas atau di bawah 50 cm. Yang terpenting adalah tindakan nyata di lapangan. Janji pembersihan besok kita kawal bersama, dan kita minta Dinas PU juga segera turun tangan mengeruk sedimen drainase di depan MAN 2 Makassar sebelum puncak musim hujan tiba,” pungkas Ketua YBH MIM tersebut.

Laporan

Exit mobile version